09.30.
Gue awali pagi ngampus dengan membakar sebatang rokok sebelum masuk kelas. Menggunakan
jaket gunung, celana jeans kesukaan gue dan sepatu gunung yang gue beli dengan
hasil jerih payah menabung sewaktu dulu. “naik tangga ke lantai empat ruang
402, males banget sial !!!”. Gerutuku dalam hati. Aku berjalan melewati pintu
belakang kampus, melewati barisan-barisan sepeda motor dan mobil yang tersusun
sedikit rapih. Gue melihat kearah kiri, kearah perpustakaan dan tempat fotocopy
kampus. “masih sepi”. Kata gue dalam hati. Aku mendangakan kepala ke atas,
kantin kampus. Lantai dua. Disana aku melihat beberapa mahasiswa-mahasiswi yang
berkelaompok, tidak menyatu dan mengenal satu sama lain. Salaah seorang yang berada di kelompok itu
memperhatikan gue berjalan, menatap dengan tanda tanya. “masa bodo” kata gue
dalam hati sambil menaikan sedikit alis, bergaya ala orang-orang senga. Gue
lanjutin jalan. Menaiki sedikit anak tangga dan melewati lorong-lorong
antara gedung-gedung c. Aku tidak tau
itu gedung fakultas atau jurusan apa, karena bagi gue itu tidaklah terlalu
penting, akrena yang terpenting adalah gue mengetahui gedung, kelas kuliah dan
duduk memperhatikan dosen berbicara atau menyerahkan tugas yang disuruhnya
minggu lalu. Ketika di lorong antar gedung-gedung itu ada beberapa orang yang sedang duduk santai, mengobrol bahkan hanya diam. "apa salah gue? apa kah setampan itu sampai perhatikan terus setiap jalan?". Kata gue dalam hati dengan pd nya ketika melihat salah satu wanita melihat gue berjalan.
Berjalan... Berjalan... Berjalan hingga terpampang tangga di depan ketika gue sudah memasuki gedung kuliah kelas. "hallo tangga, you miss me?". Gerutu dalam hhati sambil membanting dan mematikan puntung rokok yang gue hisap. Gue tarik napas panjang-panjang sebelum menapakan kaki di tangga itu. "seandainya tangga itu berubah menjadi eskalator atau lift, betapa bahagianya hati ku ini". kata gue dalam hati sambil berkhayal kan anak tangga yang berada di depan gie. "jalan !!!". Sentak gue.
Satu... Dua... Tiga lantai udah terlewati. "tinggal satu lantai lagi" kata gue dalam hati. Di lantai tiga ada sebuah meja, televisi, beserta mejanya. Disana ada dua orang sedang asyik bermain dengan laptopnya, gue menoleh kearah kanan. Ada tiga orang wanita sedang duduk mengobrol, gue pun menangkap masalah satu mata yang memperhatikan gue. Tiga detik gue bales pandangan matanya sampai akhirnya gue harus naik tangga terakhir. Tangga terakhir pun sudah terlewati. "kok belom ada yang dateng ya?". Tanya gue dalam hati.. Gue pun duduk di bangku yang di sediakan di lantai empat kampus.
"Biasanya udah masuk jam segini, tapi kok masih belom pada dayeng ya?". Tanya gue lagi dalam hati ketika lagi duduk. Karena gak ada kerjaan gue pun mengeluarkan handphone dari jaket. Gue liat handphone ada tiga pemberitahuan bbm. Gue liat pemberitahuan itu, ada bbm dari salah satu temen gue, gue baca bbm dia ternyata dalam bbm itu bertuliskan "hari ini gak kuliah, ada dosen - 3 menit lalu". Suatu kebodohan yang gue lakuin saat itu adalah yang pertama handphone gue ternyata masih di silent sehingga pemberitahuan lewat bbm itu gak tau dan yang kedua adalah ingin rasanya handphone yang saat ini gue genggam ingin gue lempar dari lantai empat hingga lantai satu. Gue diam sejenak, berfikir antara kesal dan niat sudah berada di atas kepala. Gue menghela nafas panjang dan berkata dalam hati.
"Terimakasih, bapak telah memberikan saya arti kedisiplinan akan waktu, tanggung jawab sebagai kewajiban mahasiswa dan kehidupan akan arti niat".