Kamis, 27 Maret 2014

Emak, Dodo ingin belajar ngaji

Dodo, anak kecil yang berusia 10 tahun sudah harus menjalani pahitnya hidup, ia tidak sekolah karena akibat kendala ekonomi keluarganya. Emaknya yang hanya seorang kuli cuci hanya cukup untuk membiayai makan keluarganya. Dodo tidak pernah merasa malu dan jijik menjadi seorang pemulung karna baginya selama dia bisa membantu keluarganya akan ia lakukan. Sekali lagi masalah pendidikan yang dimana wajin sekolah 9 tahun masih belum dapat di rasakannya. Ayahnya telah meninggal ketika ia masih kecil akibat sakit-sakitan dan tidak mampu untuk membawanya ke dokter. Ada satu tempat dimana dodo sangat bahagia disana. Darul Muta’alim, sebuah tempat pengajian dimana anak-anak seumurannya belajar tentang agama dengan sangat gembira, memperhatikan murid-murid yang sedang membaca al-qur’an ataupun iqra, murid-murid yang sedang bercanda dan yang lain lagi. Dodo sangat ingin berada disana tetapi sayang dia tidak mempunyai baju koko dan peralatan tulis karena untuk biaya hidup keluarganya saja sangat sulit.
Saat sedang membersihkan botol-botol plastik dan gelas-gelas plastik yang di dapatkannya bersama emaknya, Dodo memandang wajah emakya. Memberanikan diri untuk mengatakan kemauannya untuk belajar mengaji. Sambil memandang wajah emaknya dodo berkata kepada emaknya.

“Mak, dodo boleh belajar ngaji gak?” Tanya dodo kepada emaknya.

“Do, emang kalo kamu belajar ngaji kita bakalan kaya? Bakalan hidup enak? Enggak kan do Kata emaknya yang lagi mencuci botol-botol plastik dan gelas-gelas plastik bekas itu.

“tapi kepengen belajar ngaji mak” Sambil memandang wajah emaknya.

buat biaya hidup sehari-hari aja susah do apalagi ditambah saat harga kebutuhan sembako yang terus menerus naik, ditambah lagi biaya berobat yang semakin mahal”. Sambil berhenti mencuci botol-botol plastik dan gelas-gelas plastik bekasnya dan memandang dodo.

“tapi mak...” Belum sempat dodo menyelesaikan omongannya  Emaknya memotong perkataan dodo dan berkata.

Do, kamu liat tuh orang-orang kaya, mereka orang-orang yang ngaji tapi mereka gak pernah memikirkan kita, gak pernah berbagi sama-sama kita, sama-sama orang miskin, bahkan sebagian mereka orang-orang yang mengaji menumpuk harta do, tidak peduli lagi sama kita.Jelas emak kepada dodo..

Dodo hanya memandang emaknya berharap dapat mengerti akan keinginan Dodo.

“ inget kata Bapakmu pekerjaan kita itu emang berguna buat orang lain tapi mereka yang gak berguna buat kita, gak tau terimakasih justru malah selalu mengabaikan kita merasa jijik”. Sambil menaruh botol-botol dan gelas-gelas plastik bekas yang sudah bersih dan melanjutkan pembicaraannya kepada Dodo sambil berjalan meninggalkan Dodo.



            Pada saat Amy sedang bermain demprak bersama rizal dan rido, tiba-tiba dia teringat dengan sosok pemulung yang selalu hadir di pengajian itu.
           
  “kalian tau pemulung yang setiap sore dateng ke pengajian kita gak?” kata dodo kepada Rizal dan Rido.
                         “enggak tau my, kenapa emangnya?” Jawab rido.
           
 “aku sih sering banget ngeliat dia My, memperhatikan kita lagi belajar ngaji” sambung Rizal kepad amy dan berhenti sejenak dengan permainan dempraknya.
           
 “kayanya dia pengen banget belajar ngaji bareng kita deh”
           
 “masa sih My?” sambil melihat Amy dan berhenti sejenak dengan permainnya.
           
 “iya beneran Do” sambil melihat kearah Rido.
           
 “iya juga yah My, ngapain dia selalu memperhatikan kita saat lagi ngaji” sambung Rizal.

Seketika Amy teringat dengan baju kokoh  yang tidak terpakai di lemarinya.
           
“aku pulang dulu ya, kan kita bentar lai mau ngaji” Kata amy.
           
“lah trus ini dempraknya gimana?” Tanya rido kepadi amy.
           
Lanjutin besok lagi aja” Teriak amy dan berlari meninggalkan mereka.

“aku juga pulang dulu ah mau mandi” Kata rizal.
                       
“lah zal kok kamu jadi ikutan si amy sih”
                       
“bodo amat” sambil berlalri meninggalkan Rido.

Rido pun ikutan pergi dan pulang.

Sesampainya amy dirumah dia langsung mencari baju kokoh yang sudah tidak dipakainya itu. Ketika baju kokoh itu ketemu, amy pun tersenyum dan memasukan baju kokoh itu kedalam tasnya bersama buku dan alat tulis yang tidak dipakainya itu dan ia bergegas  pergi untuk ngaji seperti biasa.
Pengajianpun dimulai. amy yang sedang menanti pemulung yang dilihatnya kemarin. Lama amy menuggu dan akhirnya dodo pun datang. Dodo seperti biasa berhenti sejenak disana, menaruh bawaannya di tanah dan memperhatikan anak-anak yang sedang belajar ngaji. Dodo pun kaget ketika salah satu anak pengajian itu berlari kearahnya sambil membawa baju kokoh, buku dan alat tulis kearahhnya. Dodo pun dengan cepat mengangkat bawaannya itu tetapi telat Amy sudah di depannya dengan sambil tersenyum dan menyodorkan baju kokoh, buku, dan alat tulisnya..
           
“ini buat kamu dari pada kamu memperhatikan dari jauh, mending kita belajar bareng” kata Amy kepada dodo.
           
 “makasih” Kata dodo sambil tidak percaya apa yang dialaminya.
           
“nama aku Amy, nama kamu siapa?” Kata amy sambil menyodorkan tangannya untuk berkenalan.
           
“Dodo” Kata dodo sambil mnyambut tangan amy.
           
“Besok gak boleh lagi memperhatiin kita dari sini, tapi dari sana” sambil melepas jabatannya dan menunjuk kearah ruang pengajian.

Dodo hanya memandang Amy dan tersenyum. Dodo pun mulai belajar mengaji bersama anak-anak yang biasanya hanya dapat dia bayangkan dari kejauhan. 

2 komentar:

Explore Malang (2 Days On Malang)