Kamis, 27 Maret 2014

JANGAN TERULANG

"anak seni bisa apa?".
"kuliah seni itu gak di butuhin".
"sarjana seni itu gak cerah masa depannya".
"kuliah seni? hahaha paling lo cuma jadi pengangguran doang"
"emang kamu bisa apa di seni? kamu mau biayain apa nanti anak kamu? lukisan?.
"seni itu di negri kita gak di hargain"
Ocehan demi ocehan selalu terdengar dalam benak Rio. Sejak Rio masuk kuliah seni memang banyak yang selalu menjelekannya, baik saudara, teman bahkan ayahnya sendiri. Rio yakin bisa sukses disana, tetapi sayangnya banyak anggapan jelek tentang orang-orang seni. Ayahnya tidak pernah mengijinkan dia untuk kuliah seni karena mempunyai pandangan yang jelek tentang seni.
Rio sudah memegang pisau di tangan kanannya, ia ingin mengakhiri hidupnya karena tidak tahan dengan ocehan-ocehan yang selalu membayangi benaknya. Pisau sudah berada tepat di tangan kirinya. diatas urat nadi tangan kirinya. Ketika Rio ingin menggerakan pisau itu, terdengar suara ketokan pada pintu kostannya.
"tok...tok...tok...". Riopun kaget dan langsung menaruh pisaunya di atas meja.
"siapa?". Tanya Rio dengan tampang kesal.
Tidak ada suara dari balik pintu itu. Rio pun bangkit dan membuka pintu kostannya. Di lihatnya ternyata tidak ada siapa-siapa disana.
            Rio pun kembali menutup pintu kostannya dan kembali duduk, ia mengambil pisau nya kembali dan menempelkannya kembali. Ketika Rio ingin memutuskan urat nadinya, terdengar lagi suara ketukan pintu.
            “tok…tok…tok…”
            Dengan kesal Rio pun teriak dan berkata. “iya sebentar !”
Riopun kembali menaruh pisaunya di atas meja dan membuka pintu kostannya. Melihat sekeliling ternyata masih tidak ada siapa-siapa disana. Riopun heran dan menutup kembali pintu kostannya. Rio pun langsung mengambil pisaunya dan berdiri di belakang pintu kostnnya. Rio pun menunggu dari belakang pintu. Karena kesal Rio ingin membunuh orang yang mengetuk-ngetuk pintunya itu terus menerus. Dari balik pintu Rio berdiri, terdengar lagi suara seseorang mengetuk pintunya.
            “tok…tok…tok…”
            Rio langsung membuka pintu itu dan mengangkat pisaunya dan langsung mengarahkan ke orang yang mengetuk pintunya itu. Betapa kagetnya Rio ternyata seorang wanita berdiri di sana dan tersenyum kepada Rio dan berkata.
            “boleh numpang ke toilet?”. Kata wanita itu.
Rio hanya terdiam dengan pisau yang di angkatnya. Seketika rio pun tersedar dan menyembunyikan pisau nya di balik punggungnya.
            “bo…boleh kok”. Jawab Rio,
Wanita itu pun lalu masuk dan menuju toilet di dalam kostannya Rio. Rio pun berjalan kea rah meja belajarnya dan menaruh pisaunya kembali. Rio terdiam heran, heran karena sebelumnya tidak pernah ada wanita di kostannya. Rio yang tadinya sedang kesal seketika berubah menjadi heran dan bertanya-tanya ada apa ini? .
            Wanita itu pun keluar dari toilet sambil membersihkan tangannya dan berkata.
            “makasih yah”. Kata wanita itu.
Rio hanya diam seribu bahasa, memandang wanita itu.  Rio pun tersadar dan langsung berkata kepada wanita itu.
            “oh… iya, sama-sama”.
            “kamarnya berantakan bener sih”. Kata wanita itu sambil memperhatikan sekeliling.
            “ya ampun ini pisau kok sembarangan banget sih di taruh nya”. Sambung wanita itu sembari berjalan mengambil pisau itu dan menaruh di atas lemari Rio.
            “ini lagi ada tali, memangnya lagi pramuka, bikin simpul”. Timpa kata wanita itu dan kembali menaruh nya di atas lemari Rio.
            Rio hanya diam saja. Bingung menlihat tingkah laku wanita itu. Dalam benaknya Rio sangat heran, ada seorang wanita datang ke kostannya untuk ke toilet dan kemudian merapihkan alat-alat yang ingin Rio gunakan untuk mngakhiri hidupnya. Wanita itu pun tersenyum kearah Rio, berjalan menghampiri Rio dan berkata.
            “jangan terulang yah”. Kata wanita itu dan berjalan keluar kostannya.
Rio pun tersadar dan bertanya kepada wanita itu sebelum ia pergi meninggalkannya.
            “maaf, kamu ngekost disini?”. Tanya rio kepada wanita itu.
Wanita itu pun berhenti dan memandang Rio sambil berkata.
            “iya, itu kostan aku”. Kata wanita itu sambil menunjuk kostannya yang tepat berada di depan kostannya Rio.
            “oh, itu kostan kamu, aku kirain kostan itu tidak ada yang menempati”. Kata Rio sambil tersenyum kearah wanita itu.
            “enggak kok, kebetulan aku baru aja dateng lagi ke kostan aku”. Jelas wanita itu.
            “oh… begitu”. Kata Rio sambil menganggukan-anggukan kepalanya.
            “yasudah, aku ke kostan aku dulu yah, makasih loh toiletnya”. Sambil tersenyum kearah Rio dan pergi masuk menuju kostannya.  
Rio pun memandang kostan yang berada tepat di depan kostannya itu. Lampunya masih tetapi tidak di nyalakan, kostan itu tetap gelap gulita. Memang sudah lama kostan itu selalu gelap dan tidak pernah ada penghuninya. Rio pun menutup pintunya dan merebahkan tubuhnya di atas kasur. Memandang langit-langit atap kostannya, ia pun masih heran dengan kejadian yang baru saja di alaminya. Kamar kostan yang setau dia  tidak pernah ada penghuninya, ternyata wanita yang baru saja itu adalah penghuninya, ditambah lagi wanita itu datang tiba-tiba di saat Rio ingin mengakhiri hidupnya dan tanpa di duga ia pun merapihkan barang-barang yang akan Rio gunakan untuk mengakhiri hidupnya. Rio pun perlahan mengurungkan niat nya untuk mengakhiri hidupnya, ia pun perlahan menutup matanya dan mengabaikan kejadian yang tidak ia duga sama sekali yang barusan terjadi.
            “yo, rio…” terdengar suara lelaki memanggilnya dari luar.
Rio pun bangun dan membuka pintu kostannya.
            “eh elo ky, ada apaan?”. Tanya rio kepada Rizky teman kampusnya.
            “tv lo nganggur gak? Gw pengen nonton bola nih, kebetulan jagoan gw lagi maen nih sekarang”. Jelas risky.
            “nganggur kok tuh”. Jawab Rio.
            “gw numpang nonton ye”. Kata risky dan masuk kedalam kostan Rio.
Rio pun menatap kostan yang berada tepat di depan kostannya dia. Kostan itu pun masih tetap gelap gulita, tidak ada tanda kehidupan di dalamnya. Rio pun mengabaikan itu dan menutup kembali pintu kostannya dan ikut menonton bersama Rizky. Saat sedang menonton Rio pun bertanya kepada Rizky.
            “ky, itu kostan yang depan gw, itu pemiliknya cw ya?”
Risky pun kaget mendengar petanyaan Rio.
            “hah, cw? Yo itu kostan udah satu tahun kosong gak ada yang nempatin”. Jelas risky.
            “serius lo ky?”. Kata Rio kaget dan seketika bulu kuduknya pun bangun.
            “iya, gw serius, dulu sih ada kabar bilang sih katanya pernah ada cw yang nempatin kostan itu, tapi dia udah gak ada, gw denger sih dia meninggal bunuh diri”. Perjelas Rizky kepada Rio.
            “bunuh diri?”. Tanya Rio heran dan penasaran.
            “iya, tapi udah setahun yang lalu dan sampe sekarang itu tuh gak ada yang nempatin”. Jelasnya lagi.
Seketika Rio pun terdiam dan heran, antara percaya dan tidak percaya dengan semua ini.
            “eh, cw gw nelfon, gw balik dulu ya ke kamar gw”. Timpa Rizky disaat Rio sedang bengong dan langsung bergegas pergi meninggalkan Rio sambil membawa handphone di tangannya. Seketika suasana begitu hening, Rio hanya diam seribu bahasa.
#FLASHBACK
            “kamu itu wanita, tidak pantas kuliah seni”
            “wanita? Kuliah seni? Mau jadi apa?”
            “wanita kok malah kepingin kuliah seni”
            “wanita kuliah seni? Paling cuma jadi pelacur”
            “wanita itu pantesnya kuliah ekonomi, tidak pantas kuliah seni”
Rani. Wanita yang mengakhiri hidupnya karena ocehan-ocehan yang selalu menghina dirinya. Ia mengakhiri hidupnya dengan bergantung diri di dalam kostannya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Explore Malang (2 Days On Malang)