“mas,
boleh fotoin aku gak?. Suara seorang wanita terdengar dari belakang Dion yang
sedang memotret.
Dion menoleh kebelakang dan terbengong ketika melihat
wanita itu. Sinta, itulah namanya. Sore itu Sinta dan Dion menghabiskan waktu
bersama. Dion sangat senang bisa berkenalan dengan Sinta. Hari-hari berikutnya
Sinta dan Dion semakin deka, hingga akhirnya mereka berdua pun memutuskan untuk
menjalin hubungan.
Dua
tahun mereka menjalin hubungan. Delon mendapat panggilan untuk pertukaran
pelajar dan terpaksa meninggalkan Sinta selama tiga tahun.
“kamu
bakalan ambil itu?”. Tanya sinta kepada Dion.
“iya,
aku akan ambil itu, itu adalah keinginan aku, mimpi aku dan cita-cita aku”. Kata
Dion meyakinkan Sinta.
“berarti
kamu bakal ninggalin aku?”. Balas Sinta berharap agar tidak ditinggalkan oleh orang yang sangat ia
cintai dan ia sayangi.
Dion terdiam sejenak, suasana menjadi begitu hening.
Disatu sisi Dion sangat ingin mengambil pertukaran pelajar itu. Dion melihat
kameranya dan melepaskan kameranya dari lehernya.
“ini
kamera aku, anggap kamera ini adalah aku”. Kata Dion tersenyum kearah Sinta.
“maksud
kamu?”. Tanya Sinta heran.
“rawat
kamera ini, jaga dia seperti aku menjaga kamu”. Kata Dion untuk meyakinkan
sinta bahwa jarak bukanlah halangan untuk hubungan mereka.
Sinta hanya memegang kameranya dan terdiam, tidak bisas
berkata apapun lagi karena sedih akan ditinggalkan oleh orang yang sangat ia
cintai.
“tunggu
aku tiga tahun yah saying, kita bertemu disini lagi”. Kata Dion disela
keheningan diantara mereka berdua.
“aku sayang
sama kamu”. Kata Sinta diiringi dengan air mata yang keluar di sela matanya.
“aku
juga sayang sama kamu”. Balas Dion dan memeluk sinta sambil mengecup keningnya.
Waktupun
terus berjalan, Sinta yang sudah ditinggalkan Dion sekarang lebih sering
menjadi seperti Dion, ketertarikannya dengan foto-foto pemandangan membuatnya
selalu ingat dengan Dion. Kamera Dion selalu dibawa oleh sinta untuk mengisi
kerinduannya terhadap Dion.
Tiga
tahun berlalu begitu cepat. Sinta yang sedang memotret tempat mereka bertemu.
Sinta mendengar suara seseorang dari belakangnya, suara yang sangat ia rindukan
dan suara yang mengisi kehidupannya.
“mba,
boleh fotoin saya gak?”
Sintapun menoleh kebelakang dan tersenyum senang,
ternyata itu adalah Dion. Sintapun langsung menghampiri Dion dan memluk Dion,
melepaskan rindu selama tiga tahun mereka tidak bertemu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar